{{brizy_dc_post_title}}

{{brizy_dc_post_date}}

{{brizy_dc_post_author_name}}

Hari Buruh Internasional 

Oleh: Rizki Ridhoyanto  

Hari Buruh Internasional, May Day, atau Hari Buruh merupakan hari dirayakannya buruh  internasional pada tanggal 1 Mei. Sebutan “May Day” sendiri terdengar mirip seperti Mayday  yang menandakan kondisi darurat. Seruan tersebut berasal dari Bahasa Prancis m'aidez, yang  berarti "tolonglah kami." Sahutan ini menggambarkan rutinitas pada Hari Buruh, di mana  sering dilakukannya tuntutan oleh buruh akan penderitaan mereka seperti bagaimana hidup  kelas pekerja masih berkutat pada soal-soal ekonomi gaji rendah dan ancaman PHK. 

Derita Pekerja Menjadi Hari Raya  

Pada puncak Revolusi Industri, di abad ke-19, kondisi kelas pekerja di AS sangat buruk.  Maraknya kematian di tempat kerja, pekerja di bawah umur, serta waktu kerja yang panjang  menyebabkan penderitaan kelas pekerja semakin parah ditambah lagi depresi ekonomi yang  terjadi setelah Perang Sipil Amerika. Pada titik puncaknya, dengan diorganisir oleh Federasi  Serikat Kerja Amerika dan Kanada, sekitar 350 ribu orang dari seluruh AS melakukan  demonstrasi massal menuntut pengurangan jam kerja, dari 10 jam menjadi 8 jam kerja sehari. 

Di Chicago, pada 1 Mei, sekitar 90 ribu orang berdemonstrasi di jalanan. Dua hari  kemudian, polisi membubarkan demonstrasi ini dengan kekerasan, sehingga menyebabkan  enam orang terbunuh. Ketika, aksi massa di Chicago dibubarkan paksa oleh polisi pada 3 Mei,  keesokan harinya demonstran kembali melakukan rally menuju Haymarket Square di  Chicago. Dalam aksi damai tersebut, tiba-tiba dilemparkan bom ke tengah-tengah barisan  demonstran, dan pihak demonstran yang dituduh sebagai pelakunya. Akibatnya, tujuh  demonstran dihukum mati dan satu dihukum penjara 15 tahun dengan bukti minim, tragedi  ini kemudian dikenal dengan nama “Chicago Eight'' dan kemudian dinamakan Haymarket  Affair (Peristiwa Haymarket).

Perkembangan gerakan buruh yang terjadi di AS, segera menyebar ke benua Eropa. Pada  1989, diselenggarakan Kongres Sosialis Internasional yang pertama. Di kongres tersebut  diusulkan agar dilaksanakan aksi pada 1 Mei 1890. Kongres juga menyatakan, 1 Mei sebagai  hari buruh internasional yang kemudian populer dengan istilah May Day. 

Setelah Pemogokan Pullman (Pullman Strike) 1894, Presiden Grover Cleveland  memindahkan Hari Buruh ke Senin pertama di Bulan September. Tujuannya, untuk  memutuskan kaitannya dengan Hari Pekerja Internasional yang dikhawatirkan akan  membangun dukungan untuk komunisme dan penyebab radikal lainnya. Hal yang sama  terjadi di Indonesia di era Orde Baru, di mana Hari Buruh dilarang dan disubstitusi dengan Hari Pekerja Nasional, yang jatuh pada tanggal 20 Februari dikarenakan perayaan Hari Buruh di  Indonesia sebelum Orde Baru didominasi oleh serikat kerja sayap kiri, organisasi bercorak kiri,  dan PKI.

  Kini, May Day telah menjadi salah satu hari raya yang diakui secara internasional. Setiap 1  Mei, seluruh rakyat pekerja di berbagai negeri melakukan perayaan nasional dengan cara  turun ke jalan-jalan. Tapi, kalau kita lihat makna peringatan 1 Mei, akan kita temukan  kenyataan bahwa hingga kini rakyat pekerja masih ada dalam posisi yang rawan

Bagaimana Kabarmu, Buruh Tanah Airku?

Pada satu tahun silam, dengan melandanya pandemi COVID-19, banyak terjadinya  skandal-skandal yang berhubungan dengan perlakuan buruh yang tidak layak, pelanggaran  hak-hak buruh di Indonesia, maraknya PHK, skandal-skandal perusahaan yang merugikan  pekerja, dan pengesahan UU Ciptaker yang ditakuti mengikis hak-hak buruh.  

Sebagai contoh, sebuah kasus di mana sebanyak 3.000 karyawan PT Selaras Kausa  Busana (SKB) belum menerima gaji sejak Agustus 2018. Para buruh tidak dapat melakukan  apapun karena direktur perusahaan yang berasal dari Korea Selatan malah membawa kabur  modal perusahaan sebesar Rp 90 miliar yang seharusnya menjadi gaji karyawan. Tak tinggal  diam, serikat pekerja telah mengadukan kasus tersebut kepada Dinas Tenaga Kerja Kota  Bekasi hingga Kementerian Ketenagakerjaan, Namun, perjuangan belum membuahkan hasil.  

Contoh kasus perlakuan buruh yang tidak layak adalah kasus PT Alpen Food Industry (PT  AFI), yang memproduksi merek es krim Aice yang terkenal akan harganya yang murah.  Setelah aksi mogok kerja karena gagalnya perundingan untuk memperbaiki upah dan kondisi  kerja secara dengan PT. AFI, bukannya memenuhi tuntutan buruh, PT AFI justru melakukan  pemutusan hubungan kerja atau PHK secara sepihak kepada buruh yang melakukan mogok  kerja.  

Di sisi lain, PT AFI juga masih mempekerjakan buruh hamil pada shift malam dengan  kondisi kerja yang tidak layak. Setidaknya sepanjang tahun 2019 hingga awal 2020, telah  terjadi 14 kasus keguguran dan enam kasus buruh PT AFI yang hamil bayinya meninggal  dunia saat dilahirkan. 

Skandal lain yang terkait dengan PT AFI adalah pemberdayaan buruh produksi sebagai  kuli bangunan. Buruh diminta untuk melakukan pekerjaan layaknya kuli bangunan, mulai dari  mengaduk semen, mengecor jalanan hingga membuat dinding. Mereka juga mendapatkan  gaji harian, bukan gaji bulanan seperti buruh bagian produksi. Sehari mereka diberikan upah  sebesar Rp 50 ribu dan berlangsung selama 10 hari.

Permasalahan ini sudah dilaporkan oleh perwakilan buruh es krim Aice kepada  Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, hingga saat ini buruh tidak ada respon atau kepastian  dari Kemenaker terhadap nasib para buruh es krim Aice.  Skandal mengenai upah kerja buruh yang paling baru belakangan ini adalah  pemangkasan upah pekerja kurir Shopee Express. Berita terkait demo kurir Shopee Express  karena upah rendah ramai di Twitter karena beberapa pihak membuat utas terkait hal  tersebut. Berdasarkan utas tersebut dijelaskan, upah kurir Shopee Express menggunakan  sistem insentif di mana apabila mencapai angka paket yang ditentukan, akan dibayar jaminan  penghasilan sebesar RP 115.000 dan sebesar Rp 1.800 per paket apabila kurir telah  mencapai 40 paket dalam sehari.  

Salah satu kurir Shopee Express yang dihubungi Kompas.com mengaku, nominal tarif per  paket tersebut sudah mengalami penurunan sebanyak empat kali dalam setahun. Mulanya  tarif per paket ditetapkan sebesar Rp 5.000, kemudian turun menjadi Rp 3.500 per paket, dan  terus turun menjadi Rp 2.200 dengan perubahan sistem insentif menjadi jaminan  pendapatan, hingga saat ini menjadi Rp 1.800 per paket untuk kawasan Jakarta. Selain itu,  terjadi perubahan pembayaran upah per paket dengan sistem jaminan pendapatan yang  mulanya sebanyak untuk 30 paket per hari dengan jaminan pendapatan Rp 115.000.  Kemudian, untuk paket ke-31 dan seterusnya dihitung Rp 2.200 per paket di Januari lalu.  

Dengan tarif tersebut, pendapatan yang bisa diraup oleh kurir rata-rata sebanyak Rp  130.000 hingga Rp 150.000 per hari dengan paket yang terkirim sebanyak 50 hingga 60  paket, tanpa menghitung ongkos bensin serta pangan.  

Penegakan hukum dan pengawasan yang lemah terhadap hak-hak buruh menjadi  persoalan dalam permasalahan penegakkan hak buruh. Banyak kasus pelanggaran hak-hak  buruh oleh pengusaha yang belum memperoleh titik temu.  

Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar mengatakan,  masalah hubungan industrial yang paling terburuk adalah lemahnya peran pengawasan  ketenagakerjaan. Dalam catatan Opsi banyak pelanggaran hak yang gagal diselesaikan, dan  hilang demi waktu. Timboel mengatakan seperti itu terkait pernyataan Menteri  Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, yang mengatakan jumlah kasus pelanggaran  norma ketenagakerjaan mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Hal ini berdasarkan  hasil pengawasan ketenagakerjaan selama dua tahun terakhir menunjukkan adanya  penurunan jumlah perusahaan yang melakukan pelanggaran. Pada tahun 2019 sebanyak  21.000 perusahaan melakukan pelanggaran, sedangkan tahun 2020 turun menjadi sekitar  11.000 perusahaan.

Menurut Timboel, kalau Ida Fauziyah, mengatakan, jumlah pelanggaran hak normatif  turun, yaitu karena selama ini pengawas ketenagakerjaan tidak mau menangani dan  cenderung menyerahkannya ke mediator dan selanjutnya akan digugat di Pengadilan  Hubungan Industrial.  

Kita dapat melihat bahwa sebagian besar masalah yang melanda kelas pekerja di  Indonesia bersifat sistematis, karena kurangnya tanggapan yang serius dan atau kelalaian  oleh Menteri Ketenagakerjaan yang dinilai lalai dalam menangani kasus pelanggaran hak  buruh, kurangnya daya tawar para pekerja karena kurangnya advokasi pekerja dalam bentuk  perserikatan atau lemahnya serikat. Hal-hal ini mengakibatkan pelanggaran yang berakibat  fatal yang memakan korban jiwa. 

Referensi: 

1. Ariefana, P., 2020. Banyak Buruh Hamil Keguguran, Buruh Es Krim Aice Demo di Depan  DPP PKB. [online] suara.com. Available at:  <https://www.suara.com/bisnis/2020/07/06/050500/banyak-buruh-hamil-keguguran-buruh es-krim-aice-demo-di-depan-dpp-pkb?page=all> [Accessed 21 April 2021]. 

2. Arieza, u., 2019. Saat Hak Buruh Jadi Nomor Dua Demi Investasi. [online] CNN Indonesia.  Available at:  <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190125163840-92-363939/saat-hak-buruh-ja di-nomor-dua-demi-investasi> [Accessed 21 April 2021]. 

3. Berty, T., 2019. Asal – Usul Hari Buruh Internasional dan Istilah May Day. [online]  liputan6.com. Available at:  <https://www.liputan6.com/global/read/3954633/asal-usul-hari-buruh-internasional-dan-istil ah-may-day> [Accessed 20 April 2021]. 

4. Foner, P., 1986. May Day: A Short History of the International Workers' Holiday. 1st ed. New  York: Internat. Publ. 

5. Hardum, S., 2021. Kinerja Pengawas Ketenagakerjaan Kemnaker Masih Buruk. [online]  beritasatu.com. Available at:  <https://www.beritasatu.com/ekonomi/751309/kinerja-pengawas-ketenagakerjaan-kemnak er-masih-buruk> [Accessed 22 April 2021].

6. Idris, M., 2021. Besaran Gaji Kurir Shopee Express 2021 dan Cara Mendaftarnya Halaman  all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at:  <https://money.kompas.com/read/2021/04/14/063835326/besaran-gaji-kurir-shopee-expre ss-2021-dan-cara-mendaftarnya?page=all#:~:text=Berdasarkan%20utas%20tersebut%20dije laskan%2C%20upah,jaminan%20penghasilan%20sebesar%20Rp%20115.000.> [Accessed  22 April 2021]. 

7. Isna, T., 2021. Warganet Heboh Soal Gaji Kurir, Shopee Indonesia Buka Suara. [online]  Warta Ekonomi. Available at:  <https://www.wartaekonomi.co.id/read336553/warganet-heboh-soal-gaji-kurir-shopee-indo nesia-buka-suara> [Accessed 22 April 2021]. 

8. Pontoh, C., 2008. Esensi May Day. [online] IndoPROGRESS. Available at:  <https://indoprogress.com/2008/04/esensi-mayday/> [Accessed 20 April 2021]. Rothman, L., 2017. The Bloody Story of How May Day Became a Holiday for Workers.  [online] Time. Available at: <https://time.com/3836834/may-day-labor-history/> [Accessed  20 April 2021]. 

9. Sadikin, R. and Bhayangkara, C., 2020. Miris, Buruh Produksi Es Krim Aice Malah  Dipekerjakan Jadi Kuli Bangunan. [online] suara.com. Available at:  <https://www.suara.com/news/2020/03/06/100158/miris-buruh-produksi-es-krim-aice-mala h-dipekerjakan-jadi-kuli-bangunan?page=all> [Accessed 20 April 2021]. 

10. Sembiring, I., 2021. Cerita Kurir Shopee soal Honor yang Dipangkas dan Aturan Antar 35  Paket untuk Dapat insentif Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at:  <https://megapolitan.kompas.com/read/2021/04/15/15243991/cerita-kurir-shopee-soal-hon or-yang-dipangkas-dan-aturan-antar-35-paket?page=all> [Accessed 21 April 2021].

11. Wismabrata, M., 2020. Banyak Kasus Keguguran, Ratusan Buruh Es Krim Aice Mogok dan  Tuntut "Shift" Malam Dihapus Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at:  <https://regional.kompas.com/read/2020/02/28/20550061/banyak-kasus-keguguran-ratusa n-buruh-es-krim-aice-mogok-dan-tuntut-shift?page=all> [Accessed 22 April 2021].

Kunjungan Eksternal

Publikasi

Sekretariat BEM FT UI

Gedung BP3 Teknik, Universitas Indonesia

#BirukanAsaCiptakanMakna

Copyright © 2021 BEM FT UI