{{brizy_dc_post_title}}

{{brizy_dc_post_date}}

{{brizy_dc_post_author_name}}

Pernah nggak sih kamu merasa kesulitan untuk memutuskan sesuatu hingga menghabiskan banyak waktu dan energi bahkan merasa cemas?

Dari labil pilihan saat lagi belanja? Bingung ingin mengikuti kepanitiaan yang mana? Dilema mau mengerjakan tugas yang mana dulu? Hingga labil memilih keputusan penting dalam hidup?

Muter – muter ngambil mutusin suatu hal kadang bikin capek dan toxic. Bukannya tercerahkan malah resah dan gelisah.Bukannya semakin lama semakin matang pilihannya? Kok malah berdampak buruk ya, apa sih sebenarnya yang salah? 

Kenalan yuk sama FOBO atau Fear of Better Options!

Fear of better options merupakan ketidakmampuan seseorang untuk memilih di antara berbagai pilihan yang semuanya dapat diterima. 

Perasaan FOBO dapat dianalogikan seperti terjebak dalam sebuah spiral di mana kita secara obsesif meneliti setiap opsi yang ada ketika dihadapkan dengan suatu keputusan. Perasaan ini didorong oleh ketakutan kita akan kehilangan opsi “terbaik” dan menyesal dikemudian hari. 

Apa aja sih tanda-tanda kamu mengalami FOBO? 

  • Melakukan research yang berlebihan hingga menunda aktivitas dan lupa diri.
  • Terus menunggu hingga bisa memiliki lebih banyak variasi opsi.
  • Mengganti pilihan di menit terakhir karena merasa ada pilihan yang lebih baik.
  • Tidak puas ketika sudah menyelesaikan pilihan.
  • Memiliki penyesalan pada keputusan masa lalu.

Kenapa sih FOBO merupakan hal yang buruk?

  • Fobo dapat menyebabkan keraguan, penyesalan, dan bahkan tingkat kebahagiaan yang lebih rendah. 
  • FOBO berpotensi membuat kita lebih lambat berkembang
  • FOBO membuat kita melewatkan kesempatan-kesempatan yang ada

Nah terus gimana sih cara kita “berdamai” dengan FOBO : 

  1. Kenali tanda-tanda bahwa kamu sedang mengalami FOBO. Misalnya Ragu karena selalu melihat pertimbangan dari berbagai sisi dengan bobot yang sama.
  2. Buat Kriteria prioritas dalam hidupmu. Bandingkan Waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dari setiap pilihan dengan dampak pada masing-masing kriteria (misalkan : Keluarga, Akademis, Self Development).
  3. Trust But Verify. Percaya pada dirimu dan keputusan yang kamu ambil dengan terukur dan pertimbangan yang matang.

Selain itu, ada tools yang bisa bantu kamu loh! Tools yang bisa dipakai saat menghadapi FOBO adalah D-E-C-I-D-E framework yang didesain oleh Prof. Kristina Guo. 

D : Determine The ProblemApasih masalahnya?Kenapa ada masalah ini?

E : Establish The CriteriaApasih yang ingin dicapai dari keputusan ini?Apa masalah yang ingin dihindari?

C : Consider AlternativesApa saja pilihan lain yang memenuhi kriteria tersebut?

I : Identify The ChoiceDari semua pilihan yang sudah ditemukan, pilihlah pilihan terbaik.

D : Develop Plan of Action Membuat sebuah rencana dan memikirkan cara merealisasikanya.

E : Evaluate The SolutionMenganalisis kembali semua jawaban dari langkah-langkah sebelumnya.

References

Cunff, A., 2021. The affliction of abundance: FOBO or the fear of a better option. [online] Ness Labs. Available at: <https://nesslabs.com/fobo>.

Killer Innovations with Phil McKinney. n.d. 4 Ways to Deal with FOBO (Fear of a Better Option) – Killer Innovations with Phil McKinney. [online] Available at: <https://killerinnovations.com/4-ways-to-deal-with-fobo-fear-of-a-better-option/>.

Nytimes.com. 2018. How to Beat F.O.B.O., From the Expert Who Coined It (Published 2018). [online] Available at: <https://www.nytimes.com/2018/07/30/smarter-living/how-to-beat-fobo-from-the-expert-who-coined-it.html>.

Penulis : Kafka Alghifari, Khansa Diandra, Sherena Meirani, Teuku Shaq

Kunjungan Eksternal

Publikasi

Sekretariat BEM FT UI

Gedung BP3 Teknik, Universitas Indonesia

#BirukanAsaCiptakanMakna

Copyright © 2021 BEM FT UI