{{brizy_dc_post_title}}

{{brizy_dc_post_date}}

{{brizy_dc_post_author_name}}

Socconians, sadar nggak, sih, kalau isu kesehatan mental masih menjadi hal yang tabu untuk masyarakat Indonesia? Stigma terhadap pengidap gangguan kesehatan mental di Indonesia masih sangat kuat. Padahal, berdasarkan data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia, setidaknya ada 450.000 keluarga di Indonesia yang menderita skizofrenia (gangguan mental jangka panjang).

Sayangnya, isu kesehatan mental di Indonesia masih menjadi stigma yang dapat berdampak buruk pada penderita. Misalnya seperti diskriminasi dan dikucilkan dari masyarakat. Stigma ini dapat menghambat kesembuhan dan pemulihan penderita kesehatan mental. Tak hanya stigma saja, ternyata ada beberapa tantangan mengenai isu kesehatan mental di Indonesia, nih, Socconians. Yuk, cari tahu!

Lima tantangan kesehatan mental di Indonesia:

1.Stigma terhadap pengidap gangguan kesehatan mental

Stigma atau nilai buruk yang diberikan kepada pengidap kesehatan mental di Indonesia didapatkan melalui pengaruh lingkungan yang buruk. Labelling, pengucilan, dan stereotip terhadap pengidap gangguan kesehatan mental membuat orang yang menderita gangguan mental memilih bungkam atau tidak berkonsultasi kepada ahli. Akibatnya, berdasarkan data dari Riskesdas pada tahun 2018, 12 juta penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami depresi dan 19 juta penduduk di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional.

2.Rendahnya pemahaman mengenai kesehatan mental

Di Indonesia, informasi mengenai kesehatan mental masih belum banyak dipahami oleh masyarakat. Minimnya pengetahuan tentang kesehatan mental membuat penilaian masyarakat terhadap pengidap gangguan kesehatan mental menjadi negatif. Akibatnya, terjadi salah penanganan terhadap penderita kesehatan mental.

3.Kesehatan mental di Indonesia masih jadi hal tabu

Keterbatasan pemahaman dan pengetahuan mengenai kesehatan mental di Indonesia tidak dapat lepas dari nilai-nilai tradisi budaya atau kepercayaan masyarakat. Sebagian masyarakat masih mempercayai penyebab kesehatan mental berasal dari hal-hal supernatural atau takhayul sehingga pengidap gangguan kesehatan mental menganggap gangguan yang terjadi dalam dirinya adalah aib. Pemahaman ini membuat orang yang membutuhkan bantuan tenaga ahli enggan untuk ditangani. Tak jarang, pengidap gangguan kesehatan mental merasa malu untuk berada di masyarakat.

4.Diskriminasi terhadap pengidap gangguan kesehatan mental

Kesadaran masyarakat yang rendah tidak jarang mengakibatkan munculnya diskriminasi terhadap pengidap gangguan kesehatan mental. Bentuk diskriminasi tersebut dapat berupa perlakuan kasar, penghinaan, maupun perundungan. Tak jarang pula masyarakat menjauhi pengidap gangguan kesehatan mental serta keluarganya.

5.Akses terhadap kesehatan mental belum merata

Akses terhadap kesehatan mental di Indonesia masih sulit. Anggaran pemerintah untuk kesehatan mental, kapasitas rumah sakit jiwa, serta bangsal psikiatri di rumah sakit umum masih belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Di Indonesia, ada delapan provinsi yang tidak memiliki rumah sakit jiwa dan tiga provinsi tidak memiliki seorang pun psikiater. Kementerian Kesehatan Indonesia memprediksi setidaknya 90% orang dengan gangguan kesehatan mental tidak mendapatkan akses terhadap perawatan yang memadai.

Socconians, itu tadi lima tantangan yang dihadapi Indonesia terhadap isu kesehatan mental. Salah memahami isu kesehatan mental merupakan masalah serius bagi masyarakat. Meningkatkan kesadaran masyarakat, menghapuskan stigma, serta meluruskan prasangka terhadap pengidap gangguan kesehatan mental menjadi tanggung jawab kita bersama.

Nah, untuk meningkatkan pemahamanmu terhadap isu tersebut, kamu bisa membaca artikel lain dari Social Connect melalui https://socialconnect.id/articles atau langsung kunjungi akun Instagram Social Connect untuk mengikuti berbagai webinar! Kamu juga bisa bergabung dengan Telegram Social Connect, ya!

Tentang Social Connect

Social Connect adalah salah satu komunitas kesehatan mental terbesar di Indonesia yang hadir untuk membangun akses terhadap informasi dan pengetahuan kesehatan mental kepada siapa pun! Mimpi kami sangat sederhana, yakni menciptakan Indonesia yang inklusif, di mana orang-orang bisa bercerita dan berdiskusi tentang kesehatan mental tanpa takut akan stigma dan diskriminasi.

Tentang Djiwa

Social Connect meluncurkan Djiwa sebagai salah satu alternatif untuk mengoptimalkan tidur dan mencapai kebahagiaan dalam hidup. Aplikasi berbasis website ini diluncurkan pada 17 April 2021 dan dibuka untuk umum sejak 20 April 2021 secara gratis.

Tim Penulis dan Penyusun

Ditulis oleh Dina Fadillah Salma sebagai Media Relations Analyst di Social Connect. Penulis berada di bawah supervisi tim Media & PR Special Project dan tulisan ini sudah direviu secara bahasa dan kesesuaian dengan konteks informasi oleh Maria Apsari Prajna Paramita sebagai Editor Tata Bahasa di Social Connect. Apabila terdapat kesalahan pengejaan nama, tempat, dan lainnya silakan hubungi kami untuk direvisi.

Kontak

Admin Social Connect | Senin—Jumat 09.00-17.00 WIB

halo@socialconnect.id | 0812 8467 3071

Kencana Tower, Mezzanine Floor Jl. Raya Meruya Ilir No.88 Business Park Kebon Jeruk, RT. 001 RW. 005 Kel. Meruya Utara Kec. Kembangan Jakarta Barat 11620

Sumber Tulisan

  1. Pols, Hans. 2020. "The Future of Mental Health Care in Indonesia", https://www.insideindonesia.org/the-future-of-mental-health-care-inMengenal Isu Kesehatan Mental dan Tantangannya di Indonesia 4 indonesia, diakses pada tanggal 2 Mei 2021.
  2. Hartini, Nurul, Fardana, Nur Ainy, Ariana, Atika Dian, dan Wardana, Nido Dipo. 2018. "Stigma Toward People with Mental Health Problems in Indonesia", https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6217178/, diakses pada tanggal 15 Mei 2021.
  3. NN. tt. "Indonesia Masih Darurat Stigma tentang Kesehatan Mental", https://www.kejarmimpi.id/indonesia-masih-darurat-stigma-tentangkesehatan- mental.html, diakses pada 2 Mei 2021.
  4. Center for Public Mental Health – Kesehatan Jiwa Masyarakat. 2020. "Urgensi Peningkatan Kesehatan Mental di Masyarakat", https://cpmh.psikologi.ugm.ac.id/2020/07/24/urgensi-peningkatan-kesehatanmental- di-masyarakat/, diakses pada tanggal 2 Mei 2021.
  5. Ridlo, Ilham Akhsanu. 2020. "Tantangan Kebijakan Kesehatan Mental Indonesia di Masa Pandemi", https://fkm.unair.ac.id/tantangan-kebijakan-kesehatanmental- indonesia-di-masa-pandemi/, diakses pada tanggal 15 Mei 2021.

Kunjungan Eksternal

Publikasi

Sekretariat BEM FT UI

Gedung BP3 Teknik, Universitas Indonesia

#BirukanAsaCiptakanMakna

Copyright © 2021 BEM FT UI