{{brizy_dc_post_title}}

{{brizy_dc_post_date}}

{{brizy_dc_post_author_name}}

Untuk memberikan kesan yang baik saat wawancara, persiapan

cukup krusial. Kamu harus memperhatikan beberapa aspek ini sebelum

wawancaramu berlangsung.

Kuasai pengetahuan – pengetahuan dasar sebelum wawancara. Research jobdesc, bidang, dan perusahaan sangatlah penting! Jangan lupa juga untuk kuasai CV-mu juga ya! Selain itu, terdapat beberapa elemen yang kamu harus perhatikan! Make a pleasing visual element dengan pakaian

yang sesuai dan berikan senyum terbaikmu! Pastikan juga elemen auditori terkontrol dengan nada dan kecepatan bicara yang tidak menunjukkan rasa

gugup. Untuk elemen kinestetik, pastikan juga body language yang menunjukkan kepercayaan diri


Tapi dengan persiapan yang ada, terkadang masih banyak pertanyaan – pertanyaan yang bikin ngeblank saat wawancara.


“Ceritakan saat Anda …. “ “Bagaimana cara Anda …. “ Open-ended questions seperti sering bikin bingung cara mempersiapkannya karena cenderung spontan.


Gimana sih cara menghadapinya?

Ada ratusan kemungkinan pertanyaan yang bisa rekruter lontarkan. Tapi pertanyaan – pertanyaan ini bisa dikelompokkan ke beberapa tipe, lho! Yuk kenali beberapa tipe pertanyaan wawancara!

Tipe

Situational : “Ceritakan saat Anda menghadapi kesulitan di pekerjaan”

Competency Based : “Ceritakan saat Anda menggunakan kreativitas untuk menyelesaikan masalah”

Behavioural :“Ceritakan saat Anda mencapai sebuah target dan jelaskan cara Anda mencapainya.”

Memangnya apa sih yang biasanya rekruter ingin tahu

untuk setiap jenis pertanyaan ini? Alasan mereka ditanyakan:


Tipe

Situational : Melihat cara kandidat menghadapi skenario yang spesifik yang mungkin terjadi di masa depan

Competency Based : Mencari tau jika kandidat punya kemampuan yang sesuaidengan jobdesc yang di-apply

Behavioural : Memahami karakter kandidat dalam situasi yang menantang dari pengalaman kandidat

Lalu bagaimana cara menjawabnya?

Pakai metode STAR sebagai acuan aja!

Situation : Situasi yang relevan dengan pertanyaan

Task : Tanggung jawab dalam pengalaman tersebut

Action : Cara mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan/tanggung jawab tersebut

Result : hasil apa yang dicapai dari usaha tersebut


Dengan cara ini kamu dapat meng-highlight kemampuan dan

pengalaman kamu dengan memberikan bukti yang lebih jelas

Contohnya, jika pewawancara menanyakan, “Ceritakan waktu Anda

mencapai sebuah target?”


Kamu bisa menjawab dengan:

“Tahun lalu saya menjadi … penanggung jawab dana usaha internal

kepanitiaan di kampus saya dan kondisi saat itu sedang pandemi Covid-19 (SITUATION)


Pada saat itu…. target pemasukan yang diberikan cukup

tinggi (TASK).


Karena itu saya…. merancang target per minggu bersama tim saya, mengadakan survey strategis untuk mencari tahu keinginan target pembeli, dan merancang publikasi yang menarik (ACTION).


Dengan cara ini saya berhasil… mendapatkan pemasukan 50% lebih dari target pertama. (RESULT) Semoga tips ini dapat membantu kamu, ya!

“If it doesn’t challenge you, it won’t change you.”

Sekretariat BEM FT UI

Gedung BP3 Teknik, Universitas Indonesia