{{brizy_dc_post_title}}

{{brizy_dc_post_date}}

{{brizy_dc_post_author_name}}

Oleh : Rizki Ridhoyanto

“Saya berharap Konferensi ini akan menegaskan kenyataan, bahwa pemimpin-pemimpin Asia dan Afrika mengerti bahwa Asia dan Afrika hanya dapat menjadi sejahtera, apabila mereka bersatu dan bahkan keamanan seluruh dunia tanpa persatuan Asia-Afrika tidak akan terjamin," ucap Presiden Soekarno pada pidato pembukaan KAA.

Lahirnya Semangat Solidaritas Asia Afrika

Enam puluh enam tahun yang lalu, Konferensi Asia Afrika diselenggarakan dengan tujuan untuk tunjukan solidaritas negara-negara yang merupakan korban dari kolonialisme dari benua Asia dan Afrika terhadap aksi kolonialisme dan neokolonialisme dari kedua Blok Barat dan Blok Timur di era Perang Dingin. Enam puluh tahun kemudian di tahun 2015, tanggal 24 April, tanggal berakhirnya KAA 1955, dinyatakan sebagai Hari Solidaritas Asia Afrika.

Dengan berakhirnya Perang Dingin, Hari Solidaritas Asia Afrika lebih menitikberatkan negara-negara dunia ketiga Asia dan Afrika. Manifestasi dari kerjasama ini adalah pembentukan NAASP atau New Asian–African Strategic Partnership yang mengatasi isu-isu seperti isu sosial, seperti krisis pengungsi dari daerah konflik; pertahanan, seperti kerjasama pembasmian terorisme; diplomatik, seperti isu kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka dan negara anggota NAASP; serta hak asasi manusia, seperti bantuan bagi daerah yang dilanda bencana alam.

Solidaritas Asia Afrika di Era Modern

Pada tahun ini, peringatan ke 66 tahun KAA mengangkat tema kemanusiaan dan solidaritas. Pasalnya, KAA kali ini diperingati dalam keadaan prihatin akibat pandemi global yang melanda seluruh negara di dunia. Dalam keadaan itu, persamaan nasib yang 66 tahun silam telah melahirkan persatuan tindakan dan rasa antar bangsa Asia dan Afrika kembali menemukan relevansinya saat ini. Persatuan itu diharapkan tetap menjadi semangat kerja sama, kemanusiaan, dan solidaritas antar bangsa kini untuk saling bergotong royong dalam menghadapi pandemi global COVID-19.

Pada era modern pasca pandemi, melihat bagaimana Global North menentang akan pembebasan kekayaan intelektual yang dapat membantu negara-negara Global South yang tidak mampu untuk memproduksi alat serta vaksin sendiri, yang sangat didukung oleh negara Global South tentunya contoh dari solidaritas negara-negara berkembang akan penanganan pandemi COVID-19. Namun, permasalahan ini menggambarkan bagaimana dengan solidaritas, kita dapat melihat bagaimana negara Global North enggan untuk membantu negara-negara Global South. Permasalahan ini. Permasalahan ini juga tidak sepenuhnya ekonomi, namun juga berhubungan dengan HAM, karena nyawa manusia juga terkait dalam politik pandemi ini. Hal ini dikarenakan tanpa adanya bantuan untuk mengatasi COVID-19, negara-negara berkembang tentunya akan menanggung angka kematian yang lebih tinggi.

Pada akhirnya, jika negara-negara Asia Afrika yang berkembang tidak bekerja satu sama lain untuk menghadapi permasalahan yang unik akan negara-negara berkembang, maka perjalanan menuju status negara maju tentunya akan sangat susah dicapai. Oleh karena itu, kerjasama multilateral antara negara-negara berkembang yang berprinsip kemanusiaan, serta dilandasi semangat historis solidaritas negara-negara dunia ketiga di Konferensi Asia Afrika sangatlah penting.

Referensi :

  1. Habib, J., 2021. This Health Advocate Is Calling on Rich Countries to Stop Hoarding COVID-19 Vaccines. [online] Global Citizen. Available at globalcitizen.org/en/content/worlds-best-shot-Lara-Dovifat/ [Accessed 23 March 2021].
  2. Asianafricanmuseum.org. 2021. Kemanusiaan dan Solidaritas Jadi Tema Utama Peringatan 66 Tahun KAA | Museum of the Asian-African Conference. [online] Available at: asianafricanmuseum.org/kemanusiaan-dan-solidaritas-jadi-tema-utama-peringatan-66-tahun-kaa/ [Accessed 23 March 2021].
  3. Web.archive.org. 2021. The New Asian African Strategic Partnership. [online] Available at: web.archive.org/web/20131216185053/http://www.kemlu.go.id/Documents/NAASP/Hyperlink%201.pdf [Accessed 23 March 2021].

Kunjungan Eksternal

Publikasi

Sekretariat BEM FT UI

Gedung BP3 Teknik, Universitas Indonesia

#BirukanAsaCiptakanMakna

Copyright © 2021 BEM FT UI