{{brizy_dc_post_title}}

{{brizy_dc_post_date}}

{{brizy_dc_post_author_name}}

Oleh: Muhammad Sabiilillah

Tahukah kamu, awal tahun ini sudah ada berita Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan)?  Sejak tanggal 15 Februari sudah ditetapkan status siaga karhutla pada Provinsi Riau. Sudah  ada 5 orang petani yang jadi tersangka penyebab Karhutla Riau yang ditangkap polisi. Ter catat pula, lahan yang dibakar oleh para petani ini sebesar 18,25 ha namun membesar hingga  kurang lebih 248,95 ha. Tim gabungan yang ditujukan untuk memadamkan api juga telah  dibentuk, tetapi pemadamannya terhambat beberapa kendala.

Mirisnya, berita ini jarang diangkat menjadi topik bahasan utama media Indonesia. Saya  tidak ingin menyalahkan pihak media manapun, terlepas dari media berusaha menutup-nutu pi berita kerusakan lingkungan karena pemilik perusahaan media tersebut juga memiliki  bisnis yang merusak lingkungan atau tidak. Akan tetapi, atensi yang diberikan masyarakat  juga masih kurang. Tanpa kita sadari, perilaku cuek kita inilah yang membiarkan kerusakan  hutan ini terus terjadi pada Hutan Riau.

Mengapa kita tidak boleh cuek dengan berita kehutanan yang ada di Indonesia? Karena kerusakan hutan juga berdampak terhadap keberlangsungan hidup manusia. Dampak  langsungnya adalah seperti polusi karbon dioksida di udara yang akan lebih sulit dikonversi  ke oksigen dan berkurangnya daerah reservoir (resapan air) sehingga meningkatkan peluang  banjir. Dampak jangka panjangnya adalah kerusakan hutan dapat mempercepat climate  change (perubahan iklim) yang akan berakibat pada rusaknya cuaca, ekosistem laut, kesehatan masyarakat, dan lebih cepatnya es di kutub mencair.

Maka dari itu, saya sebagai seorang mahasiswa yang memiliki peran agent of changes merasa malu karena saya gagal membawa perubahan bagi hutan Riau yang sejak 2015 sampai saat ini masih berkobar api merahnya. Seharusnya, saya sebagai seorang mahasiswa  dapat membawa perubahan yang signifikan bagi hutan Indonesia. Saya juga masih menyayangkan fakta bahwa masih banyak teman-teman mahasiswa lainnya yang masih cuek  perihal kehutanan dan konservasinya. Maka dari itu, menurut saya hari hutan ini dapat dijad ikan momentum untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap hutan di Indonesia.

Hari hutan yang dirayakan pada tanggal 21 Maret ini sudah dirayakan sejak tahun 2013. Sayangnya, dampaknya bagi hutan belum dapat dirasakan. Harusnya, hari hutan dunia ini  diselenggarakan guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga  hutan yang memiliki peran penting dalam kehidupan. Dan sesuai catatan, Indonesia masih  dalam status darurat kebakaran hutan, maka perayaan hari hutan sedunia ini seharusnya  dapat membangun kesadaran masyarakat terutama mahasiswa agar dapat turun berkontribusi dalam perawatan dan penjagaan hutan di Indonesia.

Referensi:

  1. Antara. (2021, February 16). Kebakaran Lahan Gambut Ancam Pekanbaru, 7 Kasus di Februari. Tekno.Tempo.Co. https://tekno.tempo.co/read/1433227/kebakaran-lahan-gambut-ancam-pekanbaru-7-kasus-di-februari/full&view=ok
  2. Antara. (2021, March 14). Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Meluas Jadi 6 Hektare. Tekno.Tempo.Co. https://tekno.tempo.co/read/1442104/kebakaran-lahan-gambut-di-aceh-barat-meluas-jadi-6-hektare
  3. Siregar, R. A. (2021, February 24). Polisi Tangkap 5 Orang Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau. News.Detik.Com. https://news.detik.com/berita/d5435533/polisi-tangkap-5-orang-terkait-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-riau
  4. Tanjung, I. (2021, February 23). Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Kian Parah, Asap Terus  Menyebar. Regional.Kompas.Com. https://regional.kompas.com/read/2021/02/23/21502301/kebakaran-hutan-dan-lahan-di-riau-kian-parah-asap-terus-menyebar?page=all
  5. Sani, A. (2021, March 4). Gubernur Riau Tak Ingin Ada Lagi Petani Ditangkap karena Karhutla. Merdeka.Com. https://www.merdeka.com/peristiwa/gubernur-riau-tak-ingin-ada-lagi-petani-ditangkap-lagi-karena-karhutla.html
  6. Nugraha, I. (2012, October 26). Media Arus Utama Masih Minim Angkat Isu Lingkungan. Mongabay.Co.Id. https://www.mongabay.co.id/2012/10/26/media-arus-utama-masih-minim-angkat-isu-lingkungan/

Kunjungan Eksternal

Publikasi

Sekretariat BEM FT UI

Gedung BP3 Teknik, Universitas Indonesia

#BirukanAsaCiptakanMakna

Copyright © 2021 BEM FT UI