{{brizy_dc_post_title}}

{{brizy_dc_post_date}}

{{brizy_dc_post_author_name}}

Pagi Teknik!

Pencemaran air, udara, maupun lingkungan hidup sangatlah dekat dengan kehidupan kita sekarang. Seiring berkembangnya teknologi, pencemaran yang terjadi di bumi ini juga terus meningkat. Padahal bumilah tempat kita beraktivitas sehari-hari dan kebersihan dari lingkungan merupakan hal yang krusial. Buruknya kondisi bumi akibat pencemaran akan sangat berdampak pada kehidupan manusia, terutama dalam hal kesehatan.

Studi menunjukan bahwa di Eropa, satu dari delapan kematian dapat dikaitkan dengan polusi. Beberapa faktor seperti polusi udara dan suara, serta kualitas air yang buruk dan paparan bahan kimia, berkontribusi hingga 13% dari semua kematian. Selain itu, WHO juga mengklaim bahwa 1,7 juta anak tewas tiap tahun akibat pencemaran dan 7 juta orang tewas tiap tahun akibat polusi udara. Hal tersebut tentunya sangat memprihatinkan dan menunjukkan betapa rusak dan tercemarnya bumi kita saat ini.

Sejak awal tahun 1960-an di Amerika Serikat banyak orang yang mulai sadar terhadap keadaan lingkungan dan timbullah gagasan mengenai peringatan Hari Bumi. Kemudian pada 1969, mulai bermunculan aktivis peduli lingkungan yang fokus pada isu-isu pencemaran lingkungan berskala besar, seperti polusi udara yang disebabkan pabrik dan pembuangan limbah yang belum diatur secara ketat.

Senator Gaylord Nelson, bertekad untuk meyakinkan pemerintah bahwa planet bumi berada dalam bahaya. Nelson mengumumkan konsep Hari Bumi di sebuah konferensi pers di Seattle pada musim gugur 1969. Hingga akhirnya, 22 April 1970 diperingati sebagai Hari Bumi untuk pertama kalinya yang dicetuskan oleh Senator Gaylord Nelson. Menurut Earth Day Network (EDN), sejak saat itu, peringatan Hari Bumi terus tumbuh dan dikenal dunia. Pada tahun 1990, Hari Bumi diikuti 200 juta orang di lebih dari 140 negara hingga saat ini lebih dari 1 miliar orang terlibat dalam kegiatan Hari Bumi yang menjadikannya "acara sosial terbesar di dunia”.


Dalam memperingati Hari Bumi Sedunia banyak hal yang bisa kita lakukan, mulai dari hal kecil seperti mematikan lampu saat tidak diperlukan, menggunakan transportasi umum atau menggunakan kendaraan yang tidak menggunakan bahan bakar seperti sepeda, hingga melakukan aksi nyata dengan terlibat dalam aksi menanam pohon di lingkungan sekitar. Kota- kota besar di dunia pun sudah mulai menunjukkan aksinya dalam memperingati Hari Bumi, yaitu dengan memadamkan listrik pada jam tertentu. Dengan adanya Hari Bumi Sedunia ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan keadaan bumi kita dan mengurangi pencemaran lingkungan.

Sosial dan Lingkungan

#SoslingBEMFTUI

BEM FT UI 2021

#BirukanAsaCiptakanMakna