{{brizy_dc_post_title}}

{{brizy_dc_post_date}}

{{brizy_dc_post_author_name}}

Oleh: Iffah Zulva Nugraheni

Selama menjalani semester pertama, saya cukup merasa kaget dengan kegiatan perkuliahan. Menyenangkan tapi melelahkan di saat yang sama. Saya jadi menyesal karena sering mengeluh capek saat SMA. Ternyata kuliah dua kali lebih capek. Saya jadi kangen masa-masa SMA.

Dulu, setiap pagi sebelum mengawali pembelajaran PPKn, wajib hukumnya menyanyikan lagu kebangsaan. Lagu Halo-Halo Bandung selalu jadi pilihan favorit. Liriknya pendek, bersemangat, nadanya tidak terlalu tinggi atau rendah, dan anak sekelas sudah pasti hapal. Bisa dihitung jari berapa kali kelas saya menyanyikan lagu selain Halo-Halo Bandung, hanya karena guru saya mengeluh bosan.

Sebagai orang yang super random, baru-baru ini saya mencari asal- usul lagu ini di internet. Saya menemukan beberapa artikel yang membahas peristiwa Bandung Lautan Api. Setidaknya ada dua ratus ribu orang yang turut membakar rumah serta harta mereka, kemudian meninggalkan Kota Bandung.

Dari apa yang coba saya baca dan mungkin sudah sering kita pelajari dari SD sampai SMA, tragedi Bandung Lautan Api bermula dari tibanya Pasukan Inggris Brigade MacDonald di Bandung pada Oktober 1945. Sekutu yang baru datang ini, mengirimkan ultimatum. Mereka memerintahkan pihak Indonesia untuk menyerahkan senjata hasil pelucutan Jepang serta meninggalkan kota Bandung tanggal 29 November 1945. Ultimatum serta kondisi keamanan yang terganggu karena bebasnya tawanan Belanda semakin mendorong adanya bentrok bersenjata antara TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dengan Pasukan Inggris. TKR bersama badan perjuangan Indonesia melancarkan serangan pada malam 21 November 1945 di Bandung bagian utara.

Dengan adanya serangan, bukan berarti konflik telah selesai. Brigadir MacDonald mengirimkan ultimatum berikutnya kepada Gubernur Jawa Barat. Ia memerintahkan masyarakat beserta pasukan bersenjata untuk meninggalkan Bandung Utara. Ultimatum ini kembali menyulut kemarahan dan semangat kemerdekaan para pejuang. Sebagai bentuk perlawanan, pertempuran kembali pecah pada tanggal 6 Desember 1945.

Belum menyerah, ultimatum kembali dikirim pada tanggal 23 Maret 1946. Kalau dihitung-hitung, ini adalah ketiga kalinya ultimatum dikirimkan. Seolah tidak cukup dengan serangan yang terjadi sebelumnya, saya rasa sekutu belum lelah untuk menguasai Bandung Utara. Dari apa yang coba saya analisis, mereka cukup percaya diri dengan kekuatan persenjataan yang lebih besar dibanding para pejuang. Namun rasa percaya diri yang berlebihan biasanya mangantarkan seseorang kepada malapetaka yang tak terduga. Bandung yang memerah pada malam itu sepertinya menjadi pertanda bahwa asumsi mereka selama ini salah.

Pada hari yang sama, Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) mengadakan musyawarah. Abdul Haris Nasution mengumumkan hasil musyawarah. Mereka memutuskan agar masyarakat meninggalkan Bandung bagian utara setelah membakar rumah dan gedung-gedung. Rakyat harus merelakan rumah mereka dibakar agar tidak diduduki sekutu. Anda tahu, menurut saya inistrategi yang cukup savage. Saat kanak-kanak, Anda pernah membeli mobil-mobilan tapi harus membeli kelengkapan lainnya karena tidak satu set? Strategi ini mengirimkan pesan yang sama, “Anda ingin Kota Bandung? Baik, kami berikan. Tapi mohon maaf gedung dan infrastruktur dijual terpisah.” Strategi evakuasi masyarakat dan pembakaran kota ini disebut operasi “bumi hangus”. Operasi ini dijalankan di malam hari, setidaknya berlangsung selama tujuh jam hingga tengah malam.

Jika malam itu diberi nama operasi bumi hangus, dari manakah munculnya istilah Bandung Lautan Api? Fakta ini juga baru saya ketahui setelah membaca beberapa artikel. Ada dua kemungkinan asal mula istilah ini. Saat A.H. Nasution sedang berbincang dengan Sutan Syahrir dan Rukana, munculah sebuah ide. “Mari kita bikin Bandung Selatan jadi lautan api!”, begitulah usul Rukana yang saat ini menjabat sebagai Komandan Polisi Militer di Bandung. Namun menurut saya, kemungkinan kedua lebih meyakinkan. Seorang wartawan Suara Merdeka, Atje Bastaman, melihat Bandung bagian utara yang terbakar dari bukit Pemungpeuk, Garut. Bandung memerah dari Cicadas hingga Cimindi. Usai tiba di daerah Tasikmalaya, ia segera menulis berita dengan judul “Bandoeng Djadi Laoetan Api”. Karena keterbatasan ruang, judulnya diperpendek menjadi “Bandoeng Loetan Api”. Dengan adanya publikasi melalui surat kabar, tentu tidak hanya kalangan pejuang saja yang jadi mengenal istilah Bandung Lautan Api, namun juga masyarakat Indonesia di daerah lainnya.

Operasi bumi hangus, selain dikenang dengan sebutan peristiwa Bandung Lautan Api, juga diabadikan melalui lagu Halo-Halo Bandung. Apakah kamu pernah dapat tugas menghapalkan judul lagu kebangsaan dan penciptanya? Kalau iya, mungkin kamu mengalami hal yang sama dengan saya. Saat masih SD, saya selalu menjawab bahwa lagu Halo-Halo Bandung diciptakan oleh Imail Marzuki. Namun, baru-baru ini saya tahu bahwa penyair asal Bandung itu bukan penciptanya, ia hanya menggubah.

Seorang anggota Pasukan Istimewa Indonesia, Pestaraja Marpaung, yang terlibat dalam peristiwa Bandung Lautan Api, meluruskan kesalahpahaman tentang pencipta lagu Halo-Halo Bandung. Pria yang akrab disapa Bang Maung ini mengungkapkan bahwa lagu ini tercipta secara spontan oleh para pejuang di Ciparay. Para pejuang ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kata “halo” merupakan sapaan khas Medan. Kata “beta” yang berarti“saya” adalah bahasa Ambon. Komponis terkenal, A.T. Mahmud juga membenarkan pernyataan Bang Maung, lagu Halo-Halo Bandung seharusnya no name. Jika ditanya, siapakah pencipta lagu Halo-Halo Bandung, mungkin pejuang Bandung Selatan adalah jawaban yang tepat.

Referensi:

  1. Aryono. (2015, March 25). Empat Karya Seni Terinspirasi Peristiwa Bandung Lautan Api. H i s t or i a . i d .historia.id/kultur/articles/empat-karya-seniterinspirasi-peristiwa-bandung-lautan-api-vQXzj/page/2.
  2. Darestuti, M. (2021, January 12). Sejarah Lengkap Peristiwa Bandung Lautan Api YangWajib Kamu Ketahui. Seruni.id. seruni.id/peristiwa- bandung-lautan-api/.
  3. Edelweis, S. (2018, May 2). Pencipta Halo-Halo Bandung Dan Misteri Yang Belum Terungkap. Ngelmu.co. www.ngelmu.co/pencipta-halo- halo-bandung/

Kunjungan Eksternal

Publikasi

Sekretariat BEM FT UI

Gedung BP3 Teknik, Universitas Indonesia

#BirukanAsaCiptakanMakna

Copyright © 2021 BEM FT UI