{{brizy_dc_post_title}}

{{brizy_dc_post_date}}

{{brizy_dc_post_author_name}}

Pagi Teknik!

Dewasa ini, air tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari kita. Air merupakan zat yang sangat penting bagi makhluk hidup karena sifatnya sebagai pelarut dibutuhkan oleh makhluk hidup, termasuk manusia. Selain untuk dikonsumsi, air dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan harian, seperti mandi, mencuci, dan menyiram tanaman. Lebih dari itu, air juga dapat digunakan sebagai sarana rekreasi dan sumber pembangkit listrik. Oleh karena itu, pendayagunaan air semakin meningkat tiap tahunnya.

Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan air bersih juga makin meningkat tiap tahunnya. Tiap hari, rata-rata kebutuhan air per orang adalah 60 liter. Dapat dibayangkan betapa banyak air yang diperlukan manusia setiap harinya. Banyaknya kebutuhan manusia akan air bersih tersebut mengakibatkan pasokan air bersih kian menipis. Hal tersebut diperparah dengan pemanfaatan air yang dilakukan secara tidak bijak dan pencemaran air yang dilakukan oleh manusia. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, krisis air bersih akan menjadi permasalahan yang tidak dapat dihindarkan.

Dalam Sidang Umum PBB ke-47 di Rio De Janeiro, Brazil pada 22 Desember 1992 telah disepakati bahwa Hari Air Sedunia diperingati pada 22 Maret tiap tahunnya. Akan tetapi, peringatan hari air sedunia baru dimulai pada 22 Maret 1993. Peringatan hari air sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih dan cara mengelola air yang tepat. Melalui peringatan tersebut, upaya konservasi air diharapkan dapat berjalan dengan baik.

Hari air sedunia dapat menjadi sarana untuk mengingatkan kita terhadap upaya konservasi air. Namun, hal yang menjadi penentu keberhasilan konservasi air adalah cara kita menyikapi peringatan tersebut. Terdapat banyak kegiatan yang dapat kita lakukan untuk mendukung konservasi air. Salah satunya adalah menghindari hal-hal yang berdampak buruk bagi konservasi air, seperti membuang sampah ke sungai dan membiarkan kran air menyala saat tidak digunakan. Selain itu, kita juga bisa menghemat air dengan cara menggunakan air yang sama untuk lebih dari satu kebutuhan, seperti menyiram tanaman dengan air bekas mencuci beras. Dengan demikian, upaya konservasi air akan berjalan dengan optimal.

Sosial dan Lingkungan

#SoslingBEMFTUI

BEM FT UI 2021

#BirukanAsaCiptakanMakna