Hari Krida Pertanian: Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia

Hari Krida Pertanian:
Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia

Oleh: KASTRAT BEM FTUI 2018

Hari Pertanian

Latar Belakang

Hari Krida Pertanian diperingati tanggal 21 Juni dan diperingati oleh tokoh-tokoh dan masyarakat pertanian, peternakan, pegawai, dan para pengusaha yang bergerak di sektor pertanian dan perkebunan. Pada hakekatnya, Hari Krida Pertanian merupakan momentum untuk menyusuri nikmat Tuhan yang maha esa, atas semua rahmat dan karunianya yang dilimpahkan pada tanah Indonesia, dengan harapan pada tahun-tahun berikutnya rahmat dan karunianya akan kembali terlimpah pada kita semua, khususnya pada sektor pertanian sehingga dapat terwujudnya swasembada dan kedaulatan pangan. Selain itu Hari Krida Pertanian juga menjadi wujud apresiasi dan penghargaan kepada para petani, peternak, pekebun, dan seluruh pelaku pertanian yang telah bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menghasilkan berbagai komoditas produk pertanian.

 

Ada Apa dengan 21 Juni?

Dari segi astronomis, matahari yang merupakan sumber tenaga kehidupan bagi tumbuhan,hewan,dan manusia berada pada garis balik utara (23,5° lintang utara) dimana pada saat itu, proses produksi tanaman berakhir dan akan dimulai persiapan produksi selanjutnya sehingga para petani dapat menyatakan syukur atas hasil panen yang berlimpah atau melakukan intropeksi atau mawas diri bila hasil panen kurang memuaskan.

Berdasarkan sistem pembagian musim atau biasa disebut pranata mangsa yang membagi musim menjadi 12 musim, tanggal 21 juni merupakan saat permulaan musim yang merupakan awal dari siklus 12 musim tersebut sehingga dianggap sebagai masa yang baik untuk penanaman kembali.

 

Kondisi Pertanian Indonesia

Saat ini Indonesia terus mengembangkan sektor pertanian dengan berbagai macam usaha dan inovasi untuk mengembangkan kinerja dan meningkatkan kualitas sektor pertanian dalam negeri. Pada tahun 2018 sendiri, beberapa usaha yang dilakukan adalah pengembangan empat komoditas pertanian dimana tahun ini Kementerian Pertanian akan berfokus pada pengembangan rempah-rempah, bawang putih, gula, dan kedelai karena dinilai jika produk tersebut dapat berkembang, maka komoditas strategis lain akan ikut berkembang.

Revitalisasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) juga akan dilakukan. KRPL yang sempat terhenti dan tidak berjalan maksimal akan ditambah dan dikembangkan karena KRPL dinilai akan sangat membantu ekonomi rumah tangga di sekita lokasi karena dapat menghemat pengeluaran biaya 750.000 hingga 1,2 juta rupiah di setiap rumah. Sementara TTIC nantinya akan berfungsi sebagai koordinator distributor kebutuhan komoditi TTI yang akan bekerja sama dengan produken kebutuhan komoditi TTI.

Selain itu, pihak kementrian juga akan melakukan regenerasi petani karena jumlah dan kualitas petani sebagai sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam pembangunan pertanian. Regenerasi tersebut dilakukan dengan melakukan transformasi pendidikan-pendidikan tinggi pertanian yang semula program studinya hanya penyuluhan, ditambah dengan harus berorientasi agribisnis, hortikultura, dan mekanisasi pertanian. Dan diharapkan penyuluh dan pendamping dari mahasiswa dapat terjung langsung ke masyarakat. Pemerintah juga berencana untuk meningkatkan kesejahteraan hidup para petani dengan meningkatkan taraf hidupnya dengan mekanisasi pertanian untuk mendorong produksi komoditas strategis Indonesia dan memberi alat mesin pertanian gratis untuk petani yang kurang mampu. Pemerintah juga akan melanjutkan kerja sama dengan TNI AD yang bernama Satgas Pangan yang berfungsi untuk pengekan hukum di bidang pangan, pemberian binaan, dan tindakan pencegahan pelanggaran.

 

Permasalahan yang Dihadapi

Sulitnya mendapatkan generasi penerus petani di kalangan pemuda dinilai merupakan suatu masalah yang dapat memperburuk nasib pertanian di Indonesia. Hal ini karena jarang sekali pemuda yang ingin jadi petani sementara para petani yang sekarang sudah semakin tua usianya. Rendahnya minat pemuda pada pertanian disebabkan karena stigma masyarakat yang mengganggap pertanian adalah sektor yang miskin, kotor, dan sangat melelahkan. Solusi yang dilakukan oleh pemerintah adalah sedang berusaha mengubah stigma buruk pekerjaan petani dan menjadikan petani-petani di Indonesia petani modern yang bercitra sejahtera dan mensejahterakan. Contoh upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki dan mengembangkan teknologi pertanian di Indonesia menjadi lebih modern.

Selain itu sektor pertanian yang sekarang juga mengalami permasalahan modal, seperti mengalami kesulitan saat akan menanam karena tanaman sebelumnya gagal dan dimanfaatkan oleh para tengkulak dan para pengijon sehingga para petani jatuh dalam kondisi terlilit utang. Persoalan manajarial pasca panen dimana kebanyakan petani hingga saat ini tidak terbiasa untuk memanage hasil produksinya, dan pola pikir tradisional yang enggan menggunakan teknologi merupakan masalah yang dihadapi oleh sektor pertanian

 

Hari Krida Pertanian dan Kedaulatan Pangan

Hari Krida Pertanian merupakan hari dimana para tokoh-tokoh pertanian dapat berbangga hati atas semua kerja keras yang telah mereka lakukan, dan sekaligus sekaligus mawas diri atas semua kekurangan dan kesalahan, serta menumbuhkan semangat baru untuk berupaya sekuat tenaga melakukan perbaikan dan peningkatan di masa mendatang untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional dan dapat mewujudkan kedaulatan pangan bangsa indonesia yang berarti bangsa Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangannya dari produksi sendiri atau dihasilkan dari pertanian sendiri tanpa harus bergantung terhadap bangsa lain.

 

­­­Referensi

http://setjen.pertanian.go.id/site/?show=news&act=view&id=36­

http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/arti-dan-tujuan-hari-krida-pertanian-setiap-tanggal-21-juni/

https://farming.id/fokus-pembangunan-sektor-pertanian-indonesia-tahun-2018/

http://wartakota.tribunnews.com/2018/01/03/pertanian-indonesia-hadapi-masalah-besar-generasi-penerus-petani-sulit-didapat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *